IBM Cloud Pak for Data (ICPD) on Cloud Experience

Cahyati Supriyati Sangaji (My Note)

Cloud Pak for Data adalah platform analitik yang membantu mempersiapkan data untuk kecerdasan buatan (AI). Ini memungkinkan data engineers, data stewards, data scientists, and business analysts untuk berkolaborasi menggunakan platform multicloud terintegrasi. IBM Cloud Pak for Data adalah platform end-to-end Data & AI yang memungkinkan organisasi untuk collect, organize and analyze semua data perusahaan anda. ICPD adalah kumpulan layanan mikro yang terintegrasi dengan baik yang dibangun di atas arsitektur cloud native yang dapat diterapkan di lokal atau cloud publik apa pun.

Artikel kali ini membagikan pengalaman tentang menggunakan IBM Cloud Pak for Data di Cloud dengan acuan dari project pada artikel “A Visual Approach to determine Strategic Locations for Masks and Medical Devices Distribution for COVID-19 treatment based on confirmed cases on May 28,2020 at red zone areas to measure “new normal” readiness”.

Ide dari project ini adalah bagaimana visualisasi yang ditampilkan menggunakan Open Source dapat juga diimplementasikan menggunakan IBM tools yang tentunya bentuk visualisasi akan lebih baik dan beragam. Dalam prosesnya, digunakan beberapa aplikasi IBM Software. Software yang digunakan yaitu IBM Watson Studio, IBM DB2 dan IBM Cognos Analytics yang berada pada satu platform IBM Cloud Pak for Data (ICPD). Artikel ini akan menjelaskan secara singkat bagaimana project dibuat.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat project. Project pada platform ICPD merupakan service dari IBM Watson Studio, disini dibuat project dengan nama “ProjectICPD”.

Kemudian yang dilakukan adalah memasukkan data yang dibutuhkan, yang nantinya akan diolah dan divisualisasikan menggunakan notebook pada IBM Watson Studio dan IBM Cognos Analytics.

Untuk memasukkan data, masukkan pada bagian yang bertanda merah di bawah. Masukkan semua data yang dibutuhkan untuk di proses selanjutnya.

Proses selanjutnya adalah membuat koneksi dengan database IBM DB2. Namun sebelum kita melakukan koneksi terhadap database tersebut, terlebih dahulu buat service dari IBM DB2. Setelah service di buat, lanjutkan dengan proses pembuatan tabel-tabel yang dibutuhkan agar data dapat dikirimkan ke database IBM DB2.

Setelah selesai dengan proses pembuatan tabel-tabel pada database IBM DB2, lanjutkan dengan menambahkan “Connection” pada project ICPD. Kemudian pilih koneksi dengan database IBM DB2 yang telah kita buat tadi dan “create”.

Setelah selesai membuat koneksi ke database, dilakukan proses create “notebook”. Digunakan notebook yang telah di buat sebelumnya, sehingga dalam proses create notebook menggunakan pilihan “From File”. Pada project ini terdapat 2 notebook, namun sebenarnya proses yang dilakukan untuk insert data pada database IBM DB2 sama. Alasan terdapat notebook untuk meng-update database karena terdapat perbedaan kolom data tabel pada tabel yang baru, sehingga dilakukan proses update data tersebut.

Notebook yang di buat berisikan sintax python. Proses yang dilakukan adalah persiapan tabel, memasukkan data koordinat untuk nantinya juga dapat dibuat bentuk visualisasi dalam bentuk map, kemudian proses “insert” data tabel ke database IBM DB2.

Jika ingin mengetahui bagaimana prosesnya lebih detail, penjelasan di sajikan pada artikel “IBM Watson Studio Connect to IBM DB2 for ArcGIS Database

Langkah selanjutnya yang kemudian dilakukan adalah membuat “Dashboard”. Sebelum membuat dashboard pada Watson Studio, terlebih dahulu lakukan proses pembuatan service IBM Cognos pada IBM Cloud Console.

Setelah membuat service IBM Cognos pada IBM Cloud, lanjutkan untuk proses membuat dashboard. Langkah awal untuk membuat dashboard adalah memilih data source yang akan digunakan. Dalam prosesnya gunakan data koneksi, yang isi datanya merupakan data tabel pada IBM DB2 yang sudah disiapkan sebelumnya. Masukkan semua tabel yang dibutuhkan untuk nantinya digunakan untuk proses visualisasi data. Bentuk visulisasi akan secara otomatis berubah tanpa harus mengulang proses visualisasi data jika terjadi perubahan data pada database IBM DB2.

Sebagai contoh, dibuat tiga macam bentuk visualisasi yang dibuat. Contoh pertama adalah visualisasi dalam bentuk map yang menampilkan data jumlah penduduk di Jakarta. Kemudian contoh kedua merupakan visualisasi dalam bentuk “column”, yang menyajikan data dari 10 kelurahan terpadat di Jakarta.

Contoh ketiga adalah visualisasi dalam bentuk “line”, yang berisikan informasi tentang kasus Covid-19 di Jakarta. Hasil visulisasi ini dibedakan berdasarkan data tanggal, jadi dapat digunakan untuk melihat grafik kasus Covid-19 per hari.

Setelah selesai list “Dashboard” akan di buat pada bar “Assets” dari Watson Studio. Dari sini berarti semua proses pada project telah selesai di lakukan.

Untuk memudahkan anda dan memberikan gambaran project ini dibuat. Dapat dilihat pada link youtube berikut “IBM Cloud Pak for Data Demo (Covid19 Project)”.

Saya sangat senang jika ada yang memiliki pengalaman yang sama dan tentu saja bersedia membagi pengalamannya kepada saya.

Terimakasih untuk yang telah bersedia membaca catatan saya.